skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Tata Laksana Terapi Penyakit Lupus Dan Diagnosanya

Tata Laksana Terapi Penyakit Lupus Dan Diagnosanya

Penderita penyakit lupus yang melakukan pengobatan biasanya hanya berguna untuk memperlambat laju penyakit tersebut, menghindari gejala, dan juga menghindari terjadinya komplikasi terhadap penyakit lainnya karena penyakit lupus adalah jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Penyakit ini merupakan penyakit sistem imunitas. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya untuk menyerang kuman atau benda asing untuk menjaga agar tubuh tetap sehat, menganggap sel sehat dan jaringan dalam tubuh adalah benda asing.

Reaksi sistem imunitas bisa menyerang berbagai sistem organ tubuh seperti jaringan kulit, otot, tulang, ginjal, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, paru-paru, lapisan pada paru-paru, hati, sistem pencernaan, mata, otak, maupun pembuluh darah dan sel-sel darah. Sehingga lupus merupakan penyakit autoimun sistemik.

Penyakit ini bukan disebabkan oleh virus atau bakteri, bukan pula penyakit menular atau menurun. Namun keterlibatan genetika hormon dan lingkungan diduga sebagai penyebab kuatnya.

Penderita lupus mempunyai antibodi yang berlebihan yang bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu:

  1. Antibodi aneh ini bisa langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah atau anemia.
  2. Antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembetukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun. Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan.

Penyebab lupus terdiri dari beberapa faktor yakni:

  1. Faktor keturunan hanya 10%
  2. Faktor lingkungan seperti sinar matahari –> merubah DNA dermis –> mempersignifikan apoptosis sel-sel kulit
  3. Faktor emosi manusia
  4. Pengaruh obat seperti obat hipertensi (hidralazin, Isoniazid, metildopa), obat SSp (hidantoin, klorpromazin)

Adapun beberapa jenis tes darah yang dilakukan untuk memastikan kondisi pasien adalah:

1. Tes Antibodi Anti Nuklir

Tes darah yang pertama adalah tes antibodi anti nuklir. Tes darah yang satu ini dilakukan untuk mengetahui adanya keberadaan sel antibodi tertentu dalam darah yaitu sel anti nuklir dalam darah. Jenis antibodi tersebut merupakan ciri utama penyakit ini.

Bahkan sebanyak 95% penderita memiliki jenis antibodi tersebut. Meskipun sebagian besar penderita memiliki jenis antibodi tersebut tentu bukan berarti jika anda memiliki jenis antibodi tersebut maka pasien menderita penyakit ini. Masih dibutuhkan tes darah lainnya untuk memastikan keadaan pasien.

2. Tes Antibodi Anti DNA

Tes darah lainnya yang dapat dilakukan untuk memastikan adanya penyakit ini adalah tes antibodi anti DNA. Seseorang yang memiliki penyakit ini biasanya akan memiliki jenis antibodi anti DNA.

Jenis antibodi tersebut biasanya akan mengalami peningkatan ketika gejala penyakit inj kambuh. Namun, seseorang yang memiliki antibodi jenis ini tidak selalu menderita penyakit ini.

3. Tes Komplemen C3 dan C4

Untuk mengetahui keaktifan penyakit lupus, dokter biasanya juga akan melakukan diagnosis menggunakan tes komplemen C3 dan C4. Komplemen merupakan sejenis senyawa dalam darah yang akan membentuk sistem kekebalan tubuh. Komplemen akan mengalami penurunan ketika penyakit lupus semakin parah.

4. Pemeriksaan Lanjutan

Jika ketiga jenis pemeriksaan di atas telah dilakukan dan seseorang telah dipastikan menderita penyakit lupus maka tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh dokter adalah melakukan pemeriksaan lanjutan.

Penderita penyakit lupus sangat rentan untuk mengalami komplikasi lain seperti gangguan penyebab ginjal rusak dan juga gejala anemia. Karena itulah dokter harus melakukan pemeriksaan lanjutan untuk meminimalisir kemungkinan buruk tersebut.

Biasanya dokter akan melakukan beberapa tindakan pengecekan untuk memastikan kondisi tersebut, seperti dengan melakukan cek rontgen, USG, dan/atau CT scan.

Adapun beberapa tindakan terapi penyakit lupus yang dapat dilakukan terhadap penderita adalah:

  1. Hindari kontak langsung dengan sinar matahari
  2. Hindari sumber radikal bebas
  3. Konsumsi antioksidan
  4. Kurangi kelebihan berat badan
  5. Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayur
  6. Banyak mengkonsumsi air putih
  7. Kurangi asipan lemak

Demikian beberapa info mengenai terapi penyakit lupus. Meskipun bersifat mengatasi namun metode di atas tidak dapat mengatasi penyakit lupus. Pengobatan tersebut dilakukan hanya untuk mengurangi dan juga meredakan gejala-gejala yang dialami saat mengalami penyakit lupus.

Penyakit lupus juga sangat mungkin menyebabkan terjadinya komplikasi lain di dalam tubuh. Karena itulah disamping mengkonsumsi beberapa jenis obat lupus terbaru, pasien juga harus melakukan pemeriksaan medis secara rutin.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.