skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penyakit Lupus, Penyebab, Gejala Dan Obat Lupus

Penyakit Lupus, Penyebab, Gejala dan Obat Lupus

Lupus akan membuat tubuh sistem yang sangat tidak biasa ketika tubuh sedang berusaha untuk melawan berbagai jenis penyakit seperti virus, kuman dan bakteri. Bahkan lupus akan membuat sistem tubuh menjadi kacau untuk melawan infeksi virus seperti flu.

Ketika tubuh sehat membaca ada bakteri atau penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh maka salah satu jenis protein yang berfungsi sebagai antibodi akan melindungi tubuh.

Namun proses ini tidak terjadi pada penderita lupus, justru tubuh tidak bisa membaca jenis zat asing yang menguntungkan dan merugikan bagi tubuh. Maka akibatnya adalah jaringan tubuh yang sehat dan yang tidak sehat akan sama-sama rusak. Hal ini akan menyebabkan penderita merasakan nyeri dan kerusakan pada berbagai bagian tubuh.

Penyebab Lupus

Lupus bisa terjadi pada semua orang termasuk anak-anak dan orang tua, namun lupus paling sering terjadi pada wanita yang masuk ke usia subur antara usia 15 hingga 44 tahun. Sementara laki-laki dan anak-anak juga bisa terkena penyakit ini.

Penyebab lupus sering dikaitkan dengan masalah genetik dan lingkungan. Beberapa orang yang terkena lupus sebenarnya tidak akan menularkan penyakit, tapi banyak penderita lupus yang mengalami penyakit yang sama di sebuah daerah.

Adapun hal yang dapat menyebabkan lupus adalah:

  1. Lingkungan

Lingkungan adalah salah satu faktor penyebab seseorang terkena penyakit lupus. Salah satu faktor lingkungan tersebut adalah perubahan hormon saat puber atau hamil. Selain itu paparan sinar matahari juga merupakan indikasi penyebab penyakit lupus.

Mengapa? Orang yang rentan sinar matahari bisa menimbulkan lesi pada kulit. Lesi merupakan istilah kedokteran yang merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh.

  1. Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang di konsumsi secara berlebihan seperti obat anti-kejang, obat tekanan darah, serta antibiotik. Namun jika gejala lupus timbul karena mengonsumsi obat-obatan tersebut, biasanya akan hilang jika berhenti minum obat tersebut.

Meski para pakar kesehatan masih meneliti penyebab penyakit lupus yang paling kuat namun penting diketahui bahwa penyakit yang mematikan ini umumnya menyerang wanita usia produktif, yaitu usian 15-40 tahun. Jadi jika kamu adalah wanita muda yang sedang sakit, namun tidak juga sembuh, besar kemungkinan kamu terkena lupus. Segeralah pergi ke dokter untuk mengantisipasi penyakit lupus.

Gejala Penyakit Lupus

Beberapa gejala umum yang biasa terjadi pada penderita penyakit lupus, diantaranya :

– Anemia

– Kerusakan pada ginjal

– Sariawan

– Sering mengalami kejang-kejang

– Adanya luka disekitar hidung dan mulut

– Mudah atau cepat lelah

– Demam tinggi yang tidak jelas penyebabnya

– Berat badan turun atau naik tanpa sebab

– Ruam / bercak merah berbentuk kupu-kupu dibagian wajah

– Luka dikulit yang timbul dan semakin parah ketika terkena sinar matahari

– Terjadi peradangan di mulut

– Nafas menjadi pendek

– Nyeri bagian dada terutama saat bernapas

– Mata kering

– Tubuh mudah memar

– Terjadi pembekuan darah

Obat untuk Penyakit Lupus

Berikut ini obat yang biasa diberikan kepada penderita dengan tujuan menyembuhkan gejala pada penyakit lupus:

  1. Rituximab

Cara kerja rituximab adalah dengan mengincar dan membunuh sel B. Ini adalah sel yang memproduksi antibodi yang menjadi pemicu gejala SLE. Obat ini akan dimasukkan melalui infus yang akan berlangsung selama beberapa jam. Selama proses pengobatan ini berlangsung, kondisi Anda akan dipantau dengan cermat.

Efek samping yang umum dari rituximab meliputi pusing, muntah, dan gejala yang mirip flu (misalnya menggigil dan demam tinggi selama pengobatan berlangsung). Efek samping lain yang mungkin terjadi (meski sangat jarang) adalah reaksi alergi. Reaksi ini umumnya muncul selama pengobatan berlangsung atau tidak lama setelahnya.

  1. Obat imunosupresan

Cara kerja obat ini adalah dengan menekan kinerja sistem kekebalan tubuh. Ada beberapa jenis imunosupresan yang biasanya diberikan dengan resep dokter, yaitu azathioprine, mycophenolate mofetil, dan cyclophosphamide.

Imunosupresan akan meringankan gejala SLE dengan membatasi kerusakan pada bagian-bagian tubuh yang sehat akibat serangan sistem kekebalan tubuh. Obat ini juga terkadang diberikan bersamaan dengan kortikosteroid. Jika dikombinasikan, keduanya dapat meringankan gejala SLE dengan lebih efektif. Penggunaan imunosupresan juga kemungkinan dapat mengurangi dosis kortikosteroid yang dibutuhkan penderita.

  1. Obat anti inflamasi nonsteroid

Nyeri sendi atau otot merupakan salah satu gejala utama SLE. Dokter mungkin akan memberi obat anti inflamasi nonsteroid untuk mengurangi gejala ini.

Obat anti inflamasi nonsteroid adalah pereda sakit yang dapat mengurangi inflamasi yang terjadi pada tubuh. Jenis obat yang umumnya diberikan dokter pada penderita SLE meliputi ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan piroxicam.

Jenis obat ini (terutama, ibuprofen) sudah dijual bebas dan dapat mengobati nyeri sendi atau otot yang ringan. Tetapi Anda membutuhkan obat dengan resep dokter jika mengalami nyeri sendi atau otot yang lebih parah.

Penderita SLE juga sebaiknya waspada karena obat ini tidak cocok jika mereka sedang atau pernah mengalami gangguan lambung, ginjal, atau hati. Obat ini juga mungkin tidak cocok untuk penderita asma.

Selain itu, anak-anak di bawah 16 tahun sebaiknya tidak meminum aspirin. Konsultasikanlah kepada dokter untuk menemukan obat anti inflamasi nonsteroid yang cocok untuk Anda.

Konsumsi obat anti inflamasi nonsteroid dosis tinggi atau jangka panjang dapat mengakibatkan pendarahan dalam karena rusaknya dinding lambung. Karena itu, dokter akan memantau kondisi penderita SLE yang harus mengkonsumsinya untuk jangka panjang dengan cermat. Jika komplikasi ini memang terjadi, dokter akan menganjurkan pilihan lain.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.