skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
6 Macam Pengobatan Lupus Dan Obat Lupus Di Indonesia

6 Macam Pengobatan Lupus dan Obat Lupus di Indonesia

6 Macam Pengobatan Lupus dan Obat Lupus di Indonesia – Lupus merupakan salah satu jenis penyakit inflamasi kronis yang muncul karena sistem kekebalan tubuh keliru dan justru melakukan penyerangan terhadap tubuh serta organ tubuh penderitanya. Inflamasi yang ditimbulkan oleh penyakit lupus dapat menyerang beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sendi, darah, paru-paru, dan juga jantung.

Penyakit autoimun adalah kondisi yang sering digunakan untuk menggambarkan penderita penyakit lupus. Sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari berbagai penyakit justru melakukan penyerangan terhadap tubuh penderita lupus.

Pada umunya, penyakit lupus disebabkan oleh faktor lingkungan dan juga genetik. Gejala-gejala penyakit lupus hampir menyerupai gejala penyakit lain sehingga penyakit lupus seringkali sulit untuk dideteksi.

Berdasarkan penelitian, penyakit lupus tidak bisa benar-benar disembuhkan, namun beberapa jenis pengobatan penyakit lupus bisa diberikan kepada penderita penyakit dengan tujuan untuk mengendalikan laju penyakit tersebut.

Berikut macam pengobatan penyakit lupus dan Obat Lupus:

1. Hindari Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari bisa menyebabkan fotosensitivitas terhadap penyakit lupus. Gejala ruam pada kulit yang diderita oleh penderita lupus akan semakin parah jika penderita penyakit lupus tidak menghindari paparan sinar matahari.

Untuk menghindari paparan sinar matahari, pasien bisa menggunakan bantuan pakaian yang dapat menutupi seluruh bagian kulit, memakai topi dan kaca mata hitam, serta mengoleskan tabir surya dengan dosis yang tinggi agar kulit tidak terbakar sinar matahari.

Namun, tidak semua penderita lupus akan mengalami gejala sensitivitas terhadap paparan sinar matahari. Biasanya langkah pengobatan penyakit lupus akan meringankan gejala penyakit ini.

2. Obat Antiinflamasi Non Steroid

Nyeri di area persendian merupakan gejala paing umum yang sering dialami oleh penderita lupus. Untuk mengatasi masalah tersebut, penderita lupus akan disarankan untuk mengkonsumsi obat lupus : obat antiinflamasi non steroid. Beberapa jenis obat lupus antiinflamasi non steroid seperti ibuprofen, naproxen, diclofenac, dan piroxecam merupakan beberapa jenis obat lupus antiinflamasi yang dipercaya mampu meringankan gejala nyeri pada persendian.

Meskipun beberapa jenis pengobatan penyakit lupus tersebut dijual bebas di pasaran, namun sebaiknya pasien berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat tersebut apalagi jika pasien memiliki riwayat gangguan ginjal, lambung, dan juga hati.

Jenis obat-obatan tersebut juga tidak baik untuk penderita penyakit asma. Sayangnya, mengkonsumsi obat lupus antiinflamasi non steroid bisa menimbulkan kerusakan dinding lambung. Karena itulah dokter bisa menganjurkan pilihan lain untuk menghindari dampak negatif tersebut.

3. Kortikosteroid

Kortikosteroid merupakan jenis obat lupus yang dapat mengurangi inflamasi secara signifikan dan berkhasiat. Jenis obat lupus ini biasanya akan diberikan oleh dokter ketika gejala yang dialami oleh penderita lupus tergolong parah. Ketika gejala dirasa cukup parah, dokter akan memberikan kortikosteroid dalam dosis yang tinggi. Kemudian dosis akan diturunkan seiring dengan menurunnya gejala yang dialami oleh pasien.

Beberapa efek samping bisa ditimbulkan melalui konsumsi jangka panjang obat-obatan ini, seperti penipisan tulang, penipisan kulit, peningkatan berat badan, dan juga tekanan darah tinggi. Namun hingga saat ini kortikosteroid merupakan jenis obat lupus yang relatif aman untuk digunakan.

4. Hydroxychloroquine

Hydroxychloroquine merupakan salah satu jenis obat yang sering digunakan untuk mengatasi penyakit malaria. Selain mengatasi penyakit malaria, obat lupus ini juga bisa digunakan untuk meredakan beberapa gejala pada penderita penyakit lupus, seperti nyeri sendi dan otot, kelelahan, serta ruam pada kulit.

Biasanya dokter akan menyarankan konsumsi obat lupus ini dalam jangka panjang dengan tujuan untuk menghindari serangan yang parah, mengendalikan munculnya gejala, serta menghindari berkembangnya komplikasi yang sifatnya serius. Biasanya keberkhasiatan obat lupus ini akan terasa setelah mengkonsumsinya selama 1,5 sampai 3 bulan.

Namun, obat lupus ini juga menimbulkan beberapa efek samping seperti gangguan pencernaan, bahaya diare, sering sakit kepala, serta ruam pada kulit. Penggunaan obat lupus ini juga bisa menyebabkan komplikasi yang serius terhadap penglihatan. Namun, komplikasi tersebut sangat jarang terjadi.

5. Obat Imonusuresan

Obat imonusupresan memiliki cara kerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh. Beberapa jenis obat imonusupresan yang sering disarankan oleh dokter adalah azathioprine, mycophenolate mofetil, dan juga cyclophosphamide.

Jenis obat-obatan tersebut dapat meringankan dan menjadi terapi penyakit lupus dengan cara membatasi adanya kerusakan bagian tubuh yang sehat akibat adanya serangan sistem kekebalan tubuh. Jenis obat lupus ini biasanya juga akan dikombinasikan dengan kortikosteroid untuk memberikan hasil yang lebih berkhasiat.

Sayangnya, imonusupresan tergolong sebagai obat lupus yang sangat keras dan memiliki banyak efek samping seperti mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, pembengkakan pada gusi, diare, kejang-kejang, mudah lebam, kulit berjerawat, sakit kepala, kenaikan berat badan, serta pertumbuhan rambut yang berlebih.

Karena itulah biasanya dokter akan memberikan resep obat lupus ini ketika gejala yang ditimbulkan sangat parah. Jika pasien merasa efek samping dari obat lupus ini ternyata lebih mengganggu dibandingkan dengan manfaat yang diberikan maka pasien harus segera memeriksakan diri secara medis.

Imonusupresan juga bisa menyebabkan cacat lahir. Karena itu wanita hamil tidak disarankan untuk mengkonsumsi obat ini. Jika pasien ingin merencanakan program kehamilan maka sebaiknya pasien sedang berada dalam kondisi yang relatif baik dan tidak sedang mengalami gejala yang serius.

Resiko untuk mengalami infeksi pada masa kehamilan akan sangat mungkin terjadi karena adanya sistem kekebalan tubuh yang ditekan. Karena itu pemantauan dari dokter biasanya akan terus dilakukan untuk menghindari adanya komplikasi. Imonusupresan juga bisa memicu kerusakan pada fungsi hati. Karena itu selama melakukan pengobatan menggunakan obat ini biasanya akan dilakukan pemeriksaan darah secara bertahap.

6. Rituximab

Rituximab merupakan pengobatan penyakit lupus yang akan disarankan oleh dokter jika berbagai jenis obat lainnya tidak manjur untuk mengatasi gejala lupus. Obat lupus ini masih tergolong baru. Awalnya obat ini dikembangkan untuk mengatasi penyakit limfoma. Namun dalam perkembangannya ternyata obat lupus ini mampu meringankan gejala lupus.

Rituximab bekerja dengan mengincar dan memberantas sel B. Sel tersebut merupakan sel yang dapat memproduksi antibodi yang menjadi pemicu gejala pada penyakit lupus. Namun penggunaan obat lupus ini juga menimbulkan efek samping seperti pusing, mual dan muntah, serta gejala yang menyerupai ciri-ciri flu (seperti menggigil dan juga demam tinggi).

Selain itu, efek samping yang mungkin muncul adalah reaksi alergi. Biasanya reaksi alergi akan muncul selama pengobatan berlangsung atau setelah beberapa saat melakukan pengobatan. Namun efek samping elergi relatif sangat jarang terjadi.

Segeralah ke dokter jika kamu atau orang terdekatmu mempunyai gejala penyakit seribu wajah ini.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah obat lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.