skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pendekatan Terbaru Dalam Pengobatan Obat Lupus SLE

Pendekatan Terbaru dalam Pengobatan Obat Lupus SLE

Penderita lupus di dunia dipercaya sudah mencapai lima juta jiwa. Penyakit ini kebanyakan menyerang pada kaum hawa pada usia produktif yakni 15-50 tahun.

Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa penyakit lupus juga dapat menyerang anak-anak dan pria.

Menurut data dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), jumlah penderita lupus di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 12.700 jiwa. Jumlah ini kemudian meningkat menjadi 13.300 jiwa pada tahun 2013.

Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang akurat.

Sekitar sepertiga penderita SLE memiliki kondisi autoimun lain, misalnya penyakit tiroid dan sindrom Sjogren. Kondisi ini dapat berujung pada munculnya komplikasi, termasuk gangguan pada masa kehamilan.

Jika tidak segera ditangani, SLE juga dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius termasuk pada penderitanya yang sedang hamil. Selain itu proses pengobatan yang dijalani juga dapat menyebabkan penderita rentan terhadap infeksi serius.

Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus/SLE)

Jenis lupus eritematosus sistemik inilah yang paling sering dirujuk masyarakat umum sebagai penyakit lupus. SLE dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan sampai parah.

Gejala SLE juga dapat datang dengan tiba-tiba atau berkembang secara perlahan-lahan dan dapat bertahan lama atau bersifat lebih sementara sebelum akhirnya kambuh lagi.

Banyak yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama atau bahkan tidak sama sekali sebelum tiba-tiba mengalami serangan yang parah.

Gejala-gejala ringan SLE, terutama rasa nyeri dan lelah berkepanjangan, dapat menghambat rutinitas kehidupan. Karena itu para penderita SLE bisa merasa tertekan, depresi, dan cemas meski hanya mengalami gejala ringan.

Pengobatan Obat Lupus SLE atau Systemic Lupus Erythematosus

Obat lupus sle yang paling sering digunakan untuk mengontrol lupus meliputi:

  1. Obat anti-inflammatory non steroid (NSAID=non steroid anti-inflammatory drugs). NSAID Over-the-counter atau yang di jual bebas, seperti naproxen dan ibuprofen, dapat digunakan untuk mengatasi nyeri, pembengkakan dan demam yang berhubungan dengan lupus. NSAID yang lebih kuat harus dengan resep dokter. Efek samping dari NSAID antara lain: perdarahan lambung, masalah ginjal dan peningkatan risiko masalah jantung.
  2. Obat antimalaria. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi malaria juga digunakan sebagai obat lupus sle, seperti hydroxychloroquine (Plaquenil), juga dapat membantu mengendalikan lupus. Efek samping bisa termasuk sakit perut dan, sangat jarang, kerusakan pada retina mata.
  3. Obat Kortikosteroid Prednison dan jenis kortikosteroid lain digunakan sebagai obat lupus sle karena dapat melawan peradangan, tetapi sering menghasilkan efek samping jangka panjang – diantaranya kelebihan berat badan, mudah memar, pengeroposan tulang (osteoporosis), tekanan darah tinggi, diabetes dan meningkatkan risiko infeksi. Risiko efek samping meningkat seiring dengan besarnya dosis dan terapi jangka panjang.
  4. Obat Penekan kekebalan tubuh. Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh dapat membantu dalam kasus-kasus lupus yang berat. Contohnya siklofosfamid, azathioprine, mycophenolate, leflunomide dan methotrexate. Potensi efek samping dari obat lupus sle ini antara lain: peningkatan risiko infeksi, kerusakan hati, penurunan kesuburan dan peningkatan risiko kanker. Sebuah obat lupus sle baru, belimumab (Benlysta) juga mengurangi gejala lupus pada beberapa orang. Efek sampingnya berupa mual, diare dan demam.

Efek samping obat lupus sle pasti berbeda-beda pada setiap orangnya. Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala lupus pada orang-orang tertentu.

Gejala lupus akibat obat umumnya akan hilang jika pasien berhenti mengonsumsi obat tersebut sehingga pasien tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Tetapi sebaiknya selalu berkonsultasilah dahulu kepada dokter sebelum memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dengan resep dokter.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.