skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Penjelasan Penyakit Lupus Menurut Para Ahli

Penjelasan Penyakit Lupus Menurut Para Ahli

Lupus merupakan penyakit peradangan kronis yang terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Hal ini kemudian berdampak buruk pada bagian tubuh yang lain seperti sendi, kulit, paru-paru, ginjal, susunan saraf tubuh serta anggota tubuh yang lain. jenis penyakit ini banyak diderita oleh wanita yang tengah berada pada masa subur.

Banyak wanita yang tengah berada pada usia produktif yaitu 15 hingga 45 tahun terjangkit penyakit ini akibat serangan bakteri atau virus. Namun walau begitu, resiko tingginya wanita terjangkit penyakit ini dibandingkan dengan pria, secara spesifik masih belum diketahui apa penyebabnya.

Gaya hidup tidak sehat serta adanya faktor genetika merupakan beberapa hal yang dapat memicu terjadinya penyakit ini. Untuk itu, mengubah pola hidup agar lebih sehat merupakan salah satu cara mengurangi resiko terjangkitnya penyakit ini.

Jenis Penyakit Lupus

  1. Lupus Eritematosus Sistemik

Lupus eritematosus sistemik ( SLE ) merupakan jenis  yang paling banyak diderita di masyarakat. SLE dapat menyerang seluruh bagian tubuh dan tingkat keparahannya dari ringan, sedang sampai berat..

  1. Lupus Eritematosus Diskoid ( DLE )

Lupus eritematosus diskoid ( DLE ) merupakan jenis  yang umumnya menyerang pada bagian kulit saja. DLE bisa dikendalikan dengan cara menghindari paparan radiasi matahari yang berlebihan serta obat- obatan. Gejala DLE diantaranya adalah:

  • Pembengkakan pada bagian kulit
  • Kerontokan rambut
  • Botak
  1. Lupus Yang Disebabkan Oleh Penggunaan Obat

Lupus yang disebabkan oleh penggunaan obat dikarenakan efek dari mengkonsumsi obat – obatan pada tubuh seseorang berbeda – beda. Ada sekitar 100 jenis obat – obatan yang penyebab penyakit ini.

Tetapi lupus yang diakibatkan oleh konsumsi obat bisa hilang dengan sendiri jika berhenti mengkonsumsi obat yang merangsang penyakit tersebut. Dan jangan lupa untuk terus mengontrol status kesehatan pada tim medis.

Ciri-ciri Orang Terkena Penyakit Lupus

  • Pegal sendi (arthralgia), arthritis, dan bengkak sendi, terutama di pergelangan tangan, sendi kecil tangan, siku, lutut, dan pergelangan kaki
  • Pembengkakan tangan dan kaki akibat masalah ginjal
  • Demam lebih dari 100 derajat F (38 derajat C)
  • Kelelahan berkepanjangan atau ekstrem
  • Lesi kulit atau ruam, terutama pada lengan, tangan, wajah, leher, atau punggung
  • Berbentuk kupu-kupu ruam (rash malar) di pipi dan hidung
  • Anemia (kekurangan oksigen yang membawa sel darah merah)
  • Nyeri di dada pada pernapasan atau sesak napas
  • Sensitiv cahaya matahari(fotosensitif)
  • Rambut rontok atau alopecia
  • Masalah pembekuan darah yang abnormal
  • Fenomena Raynaud: jari menjadi putih dan / atau biru atau merah dalam dingin
  • Kejang
  • Mulut atau hidung bisul
  • Berat badan berlebih
  • Mata kering
  • Mudah memar
  • Kecemasan, depresi, sakit kepala, dan kehilangan memori

Penyebab Penyakit Lupus

  1. Genetika

Mutasi genetika kemungkinan menjadi pemicu penyebab penyakit ini. Gen yang termutasi tersebut umumnya berhubungan dengan fungsi tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Pada mutasi genetik perubahan yang terjadi pada gen DNA dan RNA.

Bahkan beberapa penelitian membuktikan bahwa jika salah satu anak kembar identiK menderita penyakit ini, maka saudara kembarnya memiliki risiko 25% terkena penyakit ini.

  1. Lingkungan

Meski belum terbukti secara luas, namun faktor lingkungan dipercaya menjadi penyebab penyakit ini. Salah satu faktor lingkungan tersebut dalah perubahan hormon saat puber atau hamil.

Selain itu paparan sinar matahari juga merupakan indikasi penyebab penyakit lupus. Mengapa? Orang yang rentan sinar matahari bisa menimbulkan lesi pada kulit. Lesi merupakan istilah kedokteran yang merujuk pada keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh.

  1. Obat-obatan

Beberapa jenis obat yang di konsumsi secara berlebihan seperti obat anti-kejang, obat tekanan darah, serta antibiotik. Namun jika gejala lupus timbul karena mengonsumsi obat-obatan tersebut, biasanya akan hilang jika berhenti minum obat tersebut.

Pengobatan Penyakit Lupus

1. Obat anti-inflammatory non steroid (NSAID=non steroid anti-inflammatory drugs)

NSAID Over-the-counter atau yang di jual bebas, seperti naproxen dan ibuprofen, dapat digunakan untuk mengobati nyeri, pembengkakan dan demam yang berhubungan dengan penyakit ini. NSAID yang lebih kuat harus dengan resep dokter.

Efek samping dari NSAID antara lain: perdarahan lambung, masalah ginjal dan peningkatan risiko masalah jantung.

2. Obat antimalaria

Obat yang biasa digunakan untuk mengobati malaria juga digunakan sebagai obat lupus, seperti hydroxychloroquine (Plaquenil), juga dapat membantu mengendalikan penyakit ini. Efek samping bisa termasuk sakit perut dan, sangat jarang, kerusakan pada retina mata.

3. Obat Kortikosteroid

Prednison dan jenis kortikosteroid lain digunakan sebagai obat lupus karena dapat melawan peradangan, tetapi sering menghasilkan efek samping jangka panjang – diantaranya kelebihan berat badan, mudah memar, pengeroposan tulang (osteoporosis), tekanan darah tinggi, diabetes dan meningkatkan risiko infeksi.

Risiko efek samping meningkat seiring dengan besarnya dosis dan terapi jangka panjang.

4. Obat Penekan kekebalan tubuh

Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh dapat membantu dalam kasus-kasus lupus yang berat. Contohnya siklofosfamid, azathioprine, mycophenolate, leflunomide dan methotrexate. Potensi efek samping dari obat lupus ini antara lain: peningkatan risiko infeksi, kerusakan hati, penurunan kesuburan dan peningkatan risiko kanker.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.