skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
4 Obat Lupus Secara Medis Yang Dianjurkan Dokter

4 Obat Lupus Secara Medis Yang Dianjurkan Dokter

4 Obat Lupus Secara Medis Yang Dianjurkan Dokter  – Penyakit Lupus adalah penyakit autoimun kronis. Penyakit lupus ini dapat merusak bagian manapun dari tubuh. Kronis berarti bahwa tanda-tanda dan gejala cenderung bertahan lebih lama dari enam minggu dan sering selama bertahun-tahun.

Pada lupus, ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh, yang merupakan bagian dari tubuh yang bertempur melawan virus, bakteri, dan kuman lainnya. Biasanya sistem kekebalan tubuh memproduksi protein yang disebut antibodi yang melindungi tubuh dari penjajah (kuman penyakit).

Gejala Penyakit Lupus

Beberapa gejala berikut:

– Pegal sendi (arthralgia), arthritis, dan bengkak sendi, terutama di pergelangan tangan, sendi kecil tangan, siku, lutut, dan pergelangan kaki

– Pembengkakan tangan dan kaki akibat masalah ginjal

– Demam lebih dari 100 derajat F (38 derajat C)

– Kelelahan berkepanjangan atau ekstrem

– Lesi kulit atau ruam, terutama pada lengan, tangan, wajah, leher, atau punggung

– Berbentuk kupu-kupu ruam (rash malar) di pipi dan hidung

Obat Lupus Secara Medis

Berikut adalah beberapa obat Lupus yang diberikan kepada pasien yang terkena penyakit lupus:

  1. Kortikostereoid

Obat Lupus seperti prednisone dan cortisone berasal dari keluarga obat versatil dengan variasi efek dan penggunaan yang disebut kortikostereois. Kortikostereoid dirancang untuk meniru hormon alami tubuh, kortisol, yang memiliki bahan anti inflamasi dan penahan imun.

Dalam kasus lupus, stereoid ini biasanya dipreskripsikan untuk melawan inflamasi menyakitkan yang bisa menemani respon autoimun lupus dan juga mengurangi aktifitas sistem imun itu sendiri. Ketahuilah bahwa kelas stereoid ini “tidak” sama dengan kelas stereoid yang digunakan oleh atlit.

Seringkali, kortikostereoid dipreskripsikan dengan obat lain, karena memiliki gejala samping jangka panjang. Efek samping ini termasuk:

– Kenaikan berat badan

– Mudah memar

– Rentan infeksi

– Tekanan darah tinggi

– Tulang menipis

– Diabetes

  1. Anti malaria

Beberapa obat lupus yang utamanya dipreskripsikan untuk malaria, seperti chloroquine dan hydroxychloroquine, juga bermanfaat untuk meringankan beberapa gejala lupus, seperti ruam kulit, sakit persendian, dan bisul mulut. Beberapa obat anti malaria juga bisa membantu mengurangi kelelahan dan rasa tidak enak.

Obat lupus ini sangat berguna karena bisa membantu mengurangi kebutuhan akan obat lain, seperti kortikostereoid, yang bisa memiliki efek samping yang lebih serius dan/atau bersifat adiktif. Seperti kortikostereod, obat anti malaria merawat lupus utamanya dengan mengurangi inflamasi.

Obat anti malaria bisa memiliki beberapa efek samping ringan, termasuk:

– Mual

– Pusing

– Gangguan pencernaan

– Ruam gatal

– Iritasi perut

  1. Rituximab

Rituximab merupakan obat yang akan disarankan oleh dokter jika berbagai jenis obat lainnya tidak manjur untuk mengatasi gejala lupus. Obat ini masih tergolong baru. Awalnya obat ini dikembangkan untuk mengobati penyakit limfoma. Namundalam perkembangannya ternyata obat ini mampu meringankan gejala lupus.

Rituximab bekerja dengan mengincar dan membunuh sel B. Sel tersebut merupakan sel yang dapat memproduksi antibodi yang menjadi pemicu gejala pada penyakit lupus. namun penggunaan obat ini juga menimbulkan efek samping seperti pusing, mual dan muntah, serta gejala yang menyerupai ciri-ciri flu (seperti menggigil dan juga demam tinggi).

Selain itu, efek samping yang mungkin muncul adalah reaksi alergi. Biasanya reaksi alergi akan muncul selama pengobatan berlangsung atau setelah beberapa saat melakukan pengobatan. Namun efek samping elergi relatif sangat jarang terjadi.

  1. Hydroxychloroquine

Hydroxychloroquine merupakan salah satu jenis obat lupus yang sering digunakan untuk mengobati penyakit malaria. Selain mengobati penyakit malaria, obat ini juga bisa digunakan untuk meredakan beberapa gejala pada penderita penyakit lupus, seperti nyeri sendi dan otot, kelelahan, serta ruam pada kulit.

Biasanya dokter akan menyarankan konsumsi obat lupus ini dalam jangka panjang dengan tujuan untuk mencegah serangan yang parah, mengendalikan munculnya gejala, serta mencegah berkembangnya komplikasi yang sifatnya serius. Biasanya keefektifan obat lupus ini akan terasa setelah mengkonsumsinya selama 1,5 sampai 3 bulan.

Namun, obat lupus ini juga menimbulkan beberapa efek samping seperti gangguan pencernaan, bahaya diare, sering sakit kepala, serta ruam pada kulit. Penggunaan obat lupus ini juga bisa menyebabkan komplikasi yang serius terhadap penglihatan. Namun, komplikasi tersebut sangat jarang terjadi. Namun ada baiknya Anda melakukan pengecekan medis jika Anda merasakan adanya gangguan penglihatan.

itu tadi beberapa obat lupus yang dianjurkan dokter, memang ada efek samping di setiap konsumsi obat lupus namun itu jangan dijadikan alasan mengapa tidak mengkonsumsi obat lupus. tetap semangat menjalani hidup dan jangan bosan untuk perobatan lupus.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.