skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
5 Alternatif Obat Lupus Yang Membantu Penyembuhan Lupus

5 Alternatif Obat Lupus Yang Membantu Penyembuhan Lupus

5 Alternatif Obat Lupus Yang Membantu Penyembuhan Lupus – Penyakit Lupus adalah salah satu bentuk penyakit autoimun, artinya sistem kekabalan tubuh (imun) malah menyerang sel-sel, jaringan dan organ sehat tubuh itu sendiri yang terjadi terus menerus sehingga menimbulkan peradangan kronis.

Dengan kata lain Penyakit lupus diartikan sebagai penyakit peradangan kronis autoimun. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat mempengaruhi banyak sistem tubuh diantaranya: sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung dan paru-paru sehingga menimbulkan banyak sekali gejala atau manifestasi klinis yang beragam.

Ciri-ciri Penyakit Lupus

Ciri penyakit lupus tergantung pada yang organ yang terkena dan biasanya adalah:

  • Kelelahan
  • Nyeri sendi dan bengkak atau kekakuan, biasanya di tangan, pergelangan tangan dan lutut
  • Memiliki bintil merah pada bagian tubuh yang sering terkena matahari, seperti wajah (pipi dan hidung)
  • Fenomena Raynaud membuat jari berubah warna dan menjadi terasa sakit ketika terkena dingin
  • Pleurisy (radang selaput paru-paru), yang dapat membuat bernapas terasa menyakitkan, disertai sesak napas
  • Bila ginjal terkena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan gagal ginjal

Lupus dapat mempengaruhi ingatan dan suasana hati serta menyebabkan stress atau kebingungan.

Obat Lupus

  1. Obat imunosupresan

Langkah kerja obat lupus ini yaitu dengan menghimpit kemampuan system kekebalan badan. Terdapat banyak type imunosupresan yang umumnya diberikan dengan resep dokter, yakni azathioprine, mycophenolate mofetil, serta cyclophosphamide.

Imunosupresan bakal memperingan tanda-tanda SLE dengan membatasi rusaknya pada bebrapa sisi badan yang sehat akibat serangan system kekebalan badan. Obat lupus ini dapat kadang-kadang diberikan berbarengan dengan kortikosteroid. Bila dipadukan, keduanya bisa memperingan tanda-tanda SLE dengan lebih efisien.

Pemakaian imunosupresan juga peluang bisa kurangi dosis kortikosteroid yang diperlukan pasien. Imunosupresan termasuk juga obat lupus yang begitu keras serta bisa mengakibatkan resikonya seperti berikut:

  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Pembengkakan gusi
  • Diare
  • Kejang-kejang
  • Gampang lebam atau berdarah
  • Sakit kepala

Karenanya, obat lupus ini umumnya diberikan dengan resep dokter cuma untuk pasien SLE yang alami tanda-tanda atau serangan yang kronis. Selekasnya tanyakan pada dokter bila ada resikonya yang merasa lebih mengganggu dari pada faedahnya. Dosis Kamu mungkin saja butuh sesuai. Setiap type imunosupresan mengakibatkan resikonya yang tidak sama.

Umpamanya, mycophenolate serta cyclophosphamide bisa mengakibatkan cacat lahir. Karenanya, pasien SLE wanita yang memakai ke-2 type obat lupus ini serta aktif dengan cara seksual disarankan untuk memakai alat kontrasepsi yang terjamin keampuhannya.

Untuk pasien SLE wanita yang punya niat untuk miliki anak, Kamu disarankan untuk pilih obat lupus lain (umpamanya azathioprine). Kamu juga disarankan untuk mengonsultasikannya lebih dahulu pada dokter spesialis.

Kehamilan baiknya direncanakan ketika tanda-tanda SLE Kamu menyusut (saat remisi). Pemantauan saksama dari dokter spesialis dan dokter kandungan sepanjang masa kehamilan berjalan juga begitu utama.

Resiko terjadinya infeksi bakal bertambah bersamaan dengan kemampuan system kekebalan badan yang ditekan. Selekasnya hubungi dokter bila Kamu alami tanda-tanda infeksi lantaran Kamu mungkin saja memerlukan perlakuan secepat-cepatnya untuk menghindar komplikasi yang serius. Tanda-tanda infeksi kadang-kadang serupa dengan serangan lupus serta mencakup:

  • Serangan batuk yang dibarengi dahak atau napas terengah-engah
  • Demam tinggi (38ÂșC atau lebih)
  • Sensasi terbakar yang merasa waktu buang air kecil
  • Kencing darah (hematuria)

Cara Mengobati Penyakit Lupus Jauhilah kontak dengan orang yang tengah alami infeksi seringan apapun atau walaupun Kamu telah mempunyai kekebalan badan pada infeksi itu, umpamanya cacar air atau campak.

Penularan tetaplah mungkin saja berlangsung lantaran kemampuan system kekebalan badan Kamu tengah alami penurunan lantaran ditekan oleh obat imunosupresan. Imunosupresan dapat juga mengakibatkan rusaknya pada hati. Karenanya, Kamu memerlukan kontrol kesehatan serta tes darah dengan cara teratur sepanjang memakai imunosupresan.

  1. Kortikosteroid

Kortikosteroid bisa kurangi inflamasi dengan cepat serta efisien. Obat Lupus ini umumnya didapatkan dari dokter bila pasien SLE alami tanda-tanda atau serangan yang kronis. Untuk mengatur tanda-tanda dan serangan, step awal pemberian obat lupus ini mungkin saja bakal berdosis tinggi.

Lantas dosisnya di turunkan dengan cara bertahap bersamaan keadaan pasien yang lebih baik. Kortikosteroid senantiasa diberikan dengan dosis paling rendah yang efisien. Dosis tinggi dan mengkonsumsi periode panjang obat lupus ini bisa mengakibatkan resikonya yang mencakup penipisan tulang, penipisan kulit, menambahnya berat tubuh, serta penambahan desakan darah tinggi.

Langkah meminimalisasi resikonya steroid yaitu dengan sesuaikan dosis steroid dengan kesibukan penyakit sembari mengaturnya dengan cara efisien. Sepanjang Kamu ikuti resep serta dipantau oleh dokter, kortikosteroid termasuk juga obat lupus yang aman untuk digunakan

  1. Hydroxychloroquine

Selain dipakai juga untuk mengatasi malaria, obat lupus ini dapat efisien untuk menyembuhkan gejala-gejala paling utama SLE. Salah satunya:

  • Nyeri sendi serta otot
  • Kelelahan
  • Ruam pada kulit

Dokter spesialis biasanya menyarankan mengkonsumsi obat lupus ini untuk periode panjang untuk pasien SLE. Maksudnya yaitu untuk:

  • Menghindar serangan yang kronis
  • Mengatur tanda-tanda
  • Menghindar dari perubahan komplikasi yang lebih serius

Keefektifan hydroxychloroquine umum bakal dirasa pasien SLE sesudah mengkonsumsinya sepanjang 1, 5-3 bln. Namun semuanya obat lupus tetaplah mempunyai resikonya, termasuk juga hydroxychloroquine. Salah satunya yaitu masalah pencernaan, diare, sakit kepala, serta ruam pada kulit.

Obat lupus ini dapat mempunyai resikonya lain yang lebih serius, namun begitu tidak sering berlangsung. Misalnya, diprediksikan ada resiko 1:2000 diantara pasien SLE yang konsumsi obat lupus ini yang mungkin saja alami rusaknya mata.

Lantaran begitu tidak sering, kontrol mata pada umumnya tak diwajibkan untuk semuanya pasien lupus yang konsumsi obat lupus ini. Selekasnya konsultasikanlah pada dokter bila Kamu alami masalah pandangan sepanjang konsumsi hydroxychloroquine.

  1. Obat Anti Inflamasi Nonsteroid

Nyeri sendi atau otot adalah satu diantara tanda-tanda paling utama SLE. Dokter mungkin saja bakal berikan obat anti inflamasi nonsteroid untuk kurangi tanda-tanda ini. Obat anti inflamasi nonsteroid yaitu pereda sakit yang bisa kurangi inflamasi yang berlangsung pada badan.Type obat lupus yang biasanya diberikan dokter pada pasien SLE mencakup ibuprofen, naproxen, diclofenac, serta piroxicam

Type obat lupus ini (terlebih, ibuprofen) telah di jual bebas serta bisa menyembuhkan nyeri sendi atau otot yang enteng. Namun Kamu memerlukan obat lupus dengan resep dokter bila alami nyeri sendi atau otot yang lebih kronis

Pasien SLE juga baiknya siaga lantaran obat ini tak pas bila mereka tengah atau pernah alami masalah lambung, ginjal, atau hati

Diluar itu, anak-anak dibawah 16 th. baiknya tak meminum aspirin. Konsultasikanlah pada dokter untuk temukan obat anti inflamasi nonsteroid yang pas untuk Kamu

Mengkonsumsi obat anti inflamasi nonsteroid dosis tinggi atau periode panjang bisa menyebabkan pendarahan dalam lantaran rusaknya dinding lambung. Karenanya, dokter bakal memonitor keadaan pasien SLE yang perlu mengonsumsinya untuk periode panjang dengan jeli. Bila komplikasi ini memanglah berlangsung, dokter bakal menyarankan alternatif lain.

  1. Rituximab

Bila obat-obat lain tak mempan untuk pasien SLE, dokter bakal menyarankan rituximab. Obat ini termasuk juga type baru serta awalannya diperkembang untuk mengatasi kanker darah spesifik, umpamanya limfoma.

Namun rituximab dapat dibuktikan efisien untuk mengatasi penyakit autoimun, seperti SLE serta artritis reumatoid. Langkah kerja rituximab yaitu dengan mengincar serta membunuh sel B. Ini yaitu sel yang menghasilkan antibodi sebagai penyebab tanda-tanda SLE.

Obat ini bakal dimasukkan lewat infus yang bakal berjalan sepanjang sebagian jam. Sepanjang sistem penyembuhan ini berjalan, keadaan Kamu bakal diawasi dengan jeli.

Resikonya yang umum dari rituximab mencakup pusing, muntah, serta tanda-tanda yang serupa flu (umpamanya menggigil serta demam tinggi sepanjang penyembuhan berjalan). Resikonya lain yang mungkin saja berlangsung (walau begitu tidak sering) yaitu reaksi alergi.

Lalu di era moderen ini sudah banyak berkembang pengobatan yang sangat baik sehingga penderita SLE ini dapat hidup lebih lama. Dan hal ini juga dipengaruhi tingkat kesadaran keluarga dan masyarakat yang turut mensupport kesembuhan dari masing- masing. banyak juga obat tradisional  yang sudah terbukti ampuh untuk mengobati penyakit lupus.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.