skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Pengertian, Gejala Dan Diagnosis Penyakit Lupus

Pengertian, Gejala dan Diagnosis Penyakit Lupus

Laporan pendahuluan Lupus SLE – Penyakit Lupus memang jarang ditemui. Penyakit yang sering disebut dengan penyakit autoimune ini biasanya menyerang para wanita mulai dari usia 15 hingga 50 tahun. Akan tetapi tidak menutup kemungkian penyakit ini dapat ditemukan pada pria dan anak-anak.

Pengertian Lupus

Lupus sendiri adalah sebuah penyakit yang anomali pada tubuh. Dimana kekebalan tubuh atau imun seeseorang yang seharusnya menjaga tubuh orang tersebut dari berbagai hal yang merugikan, seperti kuman, virus, dll. Justru berbalik menyerang dirinya sendiri. Kondisi seperti ini tentunya merugikan tubuh si penderita. Si penderita akan kehilangan daya tahan tubuhnya, dan jika tidak diatasi dengan segera, penyakit ini akan mulai menyerang berbagai sel, jaringn atau bahkan organ tubuh lain yang masih sehat.

Penyakit Lupus sendiri memang bukan penyakit yang menular, namun justru mematikan, jika tidak diberikan pengobatan yang benar.

Penyebab

Hingga kini, penyebab pasti penyakit ini, belum ditemukan, tetapi berdasarkan penelitian beberapa pakar, penyakit ini dapat terjadi karena kombinasi beberapa hal, baik itu faktor genetika atau lingkungan.

Berdasarkan beberapa penelitain, beberapa mutasi genetik, dapat memicu terjadinya penyakit SLE ini. Sedangkan salah satu alasan mengapa lebih banyak wanita yang menderita penyakit ini, adalah kromosom. Berdasarkan kemungkinan, gen akan termutasi pada kromosom X, dan seorang wanita memiliki sepasang kromosom X, sedangkan pria memiliki 1 kromosok X dan 1 kromosom Y.

Jika dilihat dari segi lingkungan ada kalanya terjadinya penyakit ini terjadi berdasarkan perubahan hormon, mengkonsumsi obat-obatan tertentu serta paparan sinar matahari.

Gejala Lupus

Gejala yang paling sering terjadi ketika seseorang mengalami penyakit SLE atau Lupus Eritematosis sistemik ini adalah :

– Mengalami butterfly rash

Ruam yang paling sering terjadi ketika seseorang mengalami SLE adalah ruam apda kulit wajah yang biasa disebut dengan butterfly rash. Disebut demikian, karena bentuknya mirip dengan sayap binatang terdsebut. Bagian pipi sebagai sayap dan bagian hidung sebagai tubuhnya.

Mengalami lelah yang berlebihan

Gejala yang paling sering terjadi ketika seseorang penderita penyakit ini adalah, adanya rasa lelah yang cukup berlebihan. Rasa lelah ini, tidak akan hilang walaupun si penderita sudah beristirahat dengan baik. Kondisi seperti ini tentunya akan menghambat berbagai rutinitas sehari-hari.

– Nyeri pada beberapa persendian

Adanya rasa nyeri di beberapa persendian merupakan salah satu ciri berikutnya ketika seseorang menderita penyakit tersebut. Rasa nyeri tersebut datangnya tiba-tiba dan berpindah dengan signifikan.

Selain itu masih ada beberapa gejala lainnya, seperti sariawan, sakit kepala, demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening, tekanan darah tinggi, mata kering, sakit dada, dll.

Diagnosis Lupus

Ketika seseorang mempunyai beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas, ada baiknya jika langsung melakukan tes lab untuk memastikan jenis penyakit. Dalam melakukan tes tersebut, ada serangkaian tes yang harus Anda ikuti seperti :

–  Tes antibodi anti nuklir atau disebut dengan anti nuclear antibody. Berfungsi untuk mengecek jumlah sel anti bodi dalam darah.

–  Tes antibody anti DNA. Berfungsi untuk memeriksa antibody tertentu dalam darah.

–   Tes komplemen C3 dan C4. Berfungsi untuk memeriksa keaktifan SLE dalam darah.

Apabila si penderita dinyatakan positif menderita penyakit lupus, biasanya ada beberapa tes lanjutan untuk lebih memastikan kondisi pasien, seperti tes gangguan ginjal, jantung, dll.

Pengobatan Lupus

Tindakan pengobatan yang dilakukan untuk penderita Lupus sendiri bertujuan untuk mencejah penyakit semakin bertambah parah, atau mulai mengganggu jaringan atau organ tubuh lainnya. Karena pada dasarnya penyakit seperti ini sangat sulit untuk disembuhkan. Adapun pengobatan yang akan dilakukan tentunya bertahap dan bergantung pada kondisi pasien. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang biasanya dilakukan untuk penderita SLE.

–  Mengindari sengatan sinar matahari secara langsung. Hal ini dilakukan untuk mengindari terjadinya ruam pada kulit      wajah serta pada bagian tubuh lainnya.

–  Mengkonsumsi obat anti inflamasi nonsteroid. Hal ini berguna untuk mengatasi nyeri pada daerah sendi.

– Mengkonsumsi obat kortikosteroid. Biasanya obat ini diberikan, ketika kondisi pasien sudah cukup parah.

–  Mengkonsumsi Hydroxychloroquin. Obat ini biasanya digunakan untuk mereka yang menderita malaria, tapi obat ini juga berguna untuk mengatasi rasa lelah berlebihan, nyeri pada otot dan sendi serta mengatasi ruam pada kulit, pada penderita SLE.

–  Mengkonsumsi obat imunosupresan. Obat ini berguna unutk menekan kerja sistem kekebalan tubuh.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.