skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Penyakit Lupus Dan Pengobatannya

Gejala Penyakit Lupus Dan Pengobatannya

Gejala penyakit ini berbeda antara satu penderita dengan penderita lain. Bahkan dikatakan tidak ada dua orang yang mempunyai gejala dan tanda-tanda lupus yang sama. Penampilan penyakit ini juga bisa menyerupai banyak penyakit lain, sehingga penyakit lupus juga dikenal dengan istilah penyakit seribu wajah.

Beberapa penderita hanya memiliki sedikit gejala, sementara yang lainnya muncul dengan banyak gejala. Gejala dapat hilang timbul. Pada saat gejala muncul atau bertambah berat (flare) penderita merasa sakit, dan pada saat gejala menghilang (remisi) penderita merasa sehat.

Orang-orang dengan bentuk ringan dari lupus mungkin akan mengalami gejala-gejala yang dapat muncul dan pergi. Gejala-gejalanya termasuk:

  1. Nyeri sendi dan bengkak
  2. Ruam kupu-kupu (butterfly rash) yang menutupi hidung dan pipi yang akan memburuk saat terkena matahari.
  3. Sensitif terhadap sinar matahari
  4. Fatigue

Bentuk sedang dan beratnya mungkin akan menyebabkan komplikasi jangka panjang, termasuk:

  1. Inflamasi pada ginjal , yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyaring kotoran dalam darah, dan dapat berkembang pada kegagalan ginjal.
  2. Inflamasi pada otak, yang menyebabkan gangguan memori, sakit kepala, brain fog, dan stroke.
  3. Meningkatkan tekanan darah pada paru-paru.
  4. Pengerasan pembuluh arteri, yang meningkatkan risiko serangan jantung.
  5. Inflamasi pembuluh darah pada otak, yang dapat menimbulkan kejang.
  6. Sakit pada sendi/tulang
  7. Demam berkepanjangan bukan karena infeksi
  8. Sering merasa signifikan lelah, kelemahan berkepanjangan
  9. Anemia
  10. Sakit di dada bila menghirup napas dalam
  11. Rambut rontok
  12. Ujung jari berwarna kebiruan/pucat
  13. Stroke
  14. Penurunan berat badan
  15. Sakit kepala
  16. Kejang
  17. Sariawan yang hilang timbul
  18. Keguguran

Namun, dalam kongres komunitas penyakit lupus sedunia di Buenos Aires, Argentina pada April 2013, klasifikasi gejala penyakit ini berubah menjadi 20. Rambut rontok dan peradangan selaput sinovial yang menyebabkan penggumpalan cairan di persendian lutut merupakan anggota baru klasifikasi tersebut.

Selain itu, Hemolytic anemia atau penurunan jumlah sel darah merah, Leukopenia yakni penurunan jumlah sel darah putih, dan Thrombocytopenia atau penurunan sel trombosit, yang dulunya dihitung satu kesatuan, kini dihitung terpisah.

Dengan demikian, apabila seseorang mengalami hemolytic anemia, jumlah sel darah putihnya kurang dari 4.000 mm3, dan kadar trombositnya di bawah 100.000 mm3, lalu ditambah satu gejala lagi, maka dia dapat didiagnosis menderita penyakit ini.

Tiara Savitri, Ketua Yayasan Lupus Indonesia (YLI), menghimbau para Odapus untuk menerapkan pola hidup sehat selama menjalani pengobatan. Olahraga adalah salah satu kegiatan yang bisa Odapus lakukan untuk mengendalikan Lupus supaya tidak sering kambuh.

Menurut buku saku YLI, pengelompokan diagnosa berdasarkan signifikan atau tidaknya penyakit itu terdeteksi adalah Early Detection, Mild Lupus, Severe Lupus, dan Life Threatening Lupus.

Early Detection adalah kondisi ketika ditemukan gejala penyakit dini, tetapi hasil laboratorium masih dinyatakan negatif terkena, sedangkan pada “Mild Lupus”, gejala dini ditemukan dan hasil laboratorium pun sudah dinyatakan positif.

Selanjutnya, Severe Lupus merupakan tahap lebih lanjut ketika penyakit sudah mulai menyerang organ tubuh, dan saat organ tubuh sudah terserang dan menjadi diagnosa yang berdiri sendiri berarti penyakit ini telah sampai tahap Life Threatening Lupus.

Meski berbahaya, kalau terdeteksi sejak dini, penyakit ini bisa dikendalikan dengan obat-obatan. Menurut Zubairi, hanya sekitar 5-10 persen penderita yang meninggal akibat tidak terdeteksi dengan baik.

Di Indonesia, jumlah penderita lupus sekitar 10.400 orang. Namun, angka itu ibarat puncak gunung es, hanya kelihatan sebagian saja. Jumlah penderita sesungguhnya bisa jauh lebih banyak. Diperkirakan lebih dari 1,5 juta penderita di Indonesia.

Perkiraan itu berdasarkan data jumlah penderita di Amerika yang mencapai 1,5 juta orang dari 300 juta penduduk Amerika. Jumlah penduduk Indonesia, hampir sama, yaitu 240 juta. Menurut banyak penelitian, angka kejadian di Asia dua kali lebih tinggi dibandingkan Amerika dan Eropa.

Obat-obatan yang terbukti bermanfaat meredam gejala adalah golongan kortikosteroid dan obat antimalaria. Menurut hasil penelitian dari 34 pusat penelitian di sembilan negara, obat antimalaria terbukti mengurangi kerusakan organ tubuh dan kematian. Obat lupus bekerja dengan cara menekan kekebalan tubuh.

Obat Lupus Dengan Benlysta Yang Tergolong Masih Baru

Benlysta adalah jenis obat suntik yang didesain meringankan flare-up dan rasa sakit yang diakibatkan lupus, sejenis penyakit yang menyerang sistem kekebalan dan berpotensi fatal di mana kondisi kekebalan dapat menyerang jaringan dan organ.

Perusahaan Human Genome Sciences Inc butuh waktu sekitar 15 tahun untuk mengembangkan Benlysta. Rencananya, obat ini akan dibuat dan dipasarkan bersama GlaxoSmithKline PLC.

Perusahaan itu juga memperkirakan sedikitnya 200.000 penderita lupus di AS akan mendapatkan manfaat dari obat ini. Namun, para ahli menekankan bahwa Benlysta bukanlah obat yang akan memberi mukjizat.

Obat ini baru diuji coba terhadap 35 persen pasien di Amerika Utara dan tidak akan berkhasiat bagi pasien yang sudah dalam kondisi yang sangat parah. Selain itu, obat ini juga tidak menunjukkan hasil positif pada pasien berkulit hitam atau Afro American, yang justru lebih banyak menderita penyakit ini.

FDA mengatakan dalam penyataan resminya bahwa perusahaan pembuat obat ini harus melakukan penelitian lanjutan secara eksklusif terhadap pasien berkulit hitam.

Dr Betty Diamond, yang telah meneliti lupus selama 30 tahun, menilai kehadiran Benlysta akan memberi gairah bagi peneliti dan pengembang obat-obatan.

Sayangnya, banyak penderita tidak paham tentang lupus sehingga sembarangan meminum obat. Padahal penderita lupus tetap bisa produktif, walau sering mengalami kelelahan ekstrem. Kondisi itu bisa dipulihkan dengan istirahat total beberapa hari.

Kegiatan luar ruang diperbolehkan, tetapi penderita perlu menghindari paparan sinar matahari agar lupus tidak kambuh. Olahraga yang direkomendasikan dokter untuk penderita ringan dalam menjaga kebugaran adalah berenang dan senam tai chi. Jenis olahraga ini tidak terlalu membebani persendian karena biasanya penderita banyak mengalami peradangan sendi.

5 tips untuk menghadapi teman yang mengidap lupus:

  1. Selalu terus berikan dukungan dalam bentuk perhatian untuk membantu odapus bisa menerima keadaan dan tidak menyebabkan stres. Stres sendiri adalah salah satu pemicu flare lupus muncul.
  2. Miliki rasa humor saat bersamanya. Suasana cair penuh tawa akan membuatnya lebih bahagia dan sedikit melupakan penyakitnya.
  3. Sabar menghadapi odapus.
  4. Isi kegiatan bersamanya dengan hal positif yang menggali potensi diri odapus.
  5. Segala sesuatu berasal dari Tuhan, meminta kekuatan Tuhan agar odapus ikhlas menerima ujian kehidupan ini.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.