skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Penyakit Lupus Dan Pengobatannya

Gejala Penyakit Lupus Dan Pengobatannya

Lupus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat merusak bagian tubuh seperti kulit, sendi dan organ-organ dalam tubuh. Kronis berarti bahwa tanda dan gejala penyakit lupus cenderung berlangsung lebih dari enam minggu dan bahkan bertahun-tahun.

Pada penyakit lupus, ada yang salah dengan sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh adalah bagian dari tubuh yang bertugas melawan terhadap virus, bakteri, dan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh kita memproduksi protein yang disebut dengan antibodi yang melindungi tubuh dari penyerang.

Sedangkan autoimun berarti sistem kekebalan tubuh tidak dapat membedakan yang mana penyerang asing dan yang mana jaringan tubuh Anda, akibatnya sistem kekebalan tubuh menciptakan autoantibodi yang akan menyerang dan menghancurkan jaringan normal pada tubuh. Autoantibodi ini akan menyebabkan peradangan, nyeri, dan kerusakan di berbagai bagian tubuh.

Penyakit lupus juga tergolong dalam jenis penyakit flare (gejala akan memburuk dan Anda akan sakit) dan remisi (gejala berkurang dan Anda membaik).

Gejala penyakit SLE bervariasi dari orang ke orang. Kebanyakan mengalami nyeri sendi dan bengkak, dan bisa berkembang ke arah arthritis. Sendi yang sering terkena adalah jari, tangan, pergelangan tangan, dan lutut.Selain itu penderita juga mengalami:

– Ruam kulit – sebuah “kupu-kupu” ruam di pipi dan jembatan hidung mempengaruhi sekitar setengah dari orang dengan SLE. Ruam semakin parah di bawah sinar matahari. Ruam juga dapat meluas.

– Nyeri dada saat mengambil napas dalam

– Kelelahan

– Demam

– Mengalami ketidaknyamanan, kegelisahan, atau perasaan sakit (malaise)

– Rambut rontok

– Luka pada mulut

– Sensitif terhadap sinar matahari

– Pembengkakan kelenjar getah bening

Gejala lain tergantung pada apa bagian tubuh yang terkena:

– Otak dan sistem saraf: sakit kepala, mati rasa, kesemutan, kejang, masalah penglihatan, perubahan kepribadian

– Saluran pencernaan: nyeri perut, mual, dan muntah

– Jantung: ritme jantung abnormal (aritmia)

– Paru-paru: batuk darah dan kesulitan bernapas

– Kulit: warna kulit tidak merata, jari-jari yang berubah warna saat dingin (fenomena Raynaud). Sebagian penderita hanya memiliki gejala-gejala kulit. Hal ini disebut lupus discoid.

Untuk mengatasi hal ini, dokter akan datang dengan rencana perawatan individu atau terapi untuk Anda berdasarkan jenis kelamin, usia, dan gejala yang dialami saat ini. Namun sebenarnya saat ini masih belum ada obat khusus untuk lupus, dan obat biasa untuk mengobati penyakit lain bisa dibilang masih sangat efektif.

Seperti misalnya jenis obat anti-inflamasi untuk meringankan peradangan pada ruam kulit yang dapat menyebabkan lupus dalam tubuh. Salah satu obat anti-inflamasi tersebut adalah aspirin, yaitu obat untuk mengatasi sakit kepala.

Meski begitu, aspirin adalah pereda nyeri dan anti-inflamasi yang merupakan salah satu obat pertama yang disetujui untuk pengobatan lupus. Karena dosis tinggi aspirin dapat menyebabkan banyak efek samping, pengobatan pada lupus saat ini masih dalam dosis rendah. Hal ini sekaligus untuk mengurangi risiko pembekuan darah, yaitu komplikasi umum dari lupus.

Pengobatan

Pengobatan lupus bisa berupa obat-obatan sitotoksik dan digunakan untuk menyembuhkan lupus yang lebih serius. Beberapa macam obat tersebut meliputi cytoxan, imuran, cellcept, metotreksat, dan siklosporin. Semuanya merupakan obat penekan sistem imun.

Obat cytoxan atau siklofosfamid adalah obat untuk kanker yang digunakan untuk lupus parah dengan gangguan ginjal. Efek samping bisa serius dan mencakup peningkatan risiko beberapa jenis kanker, kerusakan kandung kemih, rambut rontok, dan infertilitas.

Jika obat imuran atau azathioprine, biasanya digunakan selama operasi transplantasi dan untuk penyakit lupus ginjal. Imuran dapat menghasilkan efek samping yang serius termasuk infeksi, anemia, dan peningkatan risiko kanker.

Sedangkan cellcept (mycophenolate mofetil), juga digunakan untuk lupus dengan gangguann ginjal, tetapi memiliki efek samping yang lebih ringan dari jenis cytoxan, karena cellcept tidak menyebabkan infertilitas.

Untuk metotreksat, efek sampingnya bisa termasuk penurunan jumlah darah, luka mulut, kerusakan organ, dan siklosporin memiliki efek samping berupa tekanan darah tinggi dan nyeri gusi.

Nah untuk itu marilah kita jaga kesehatan tubuh kita, dan waspada jangan sampai terkena penyakit yang mengerikan ini, biasakan untuk hidup sehat dan bersih, karena itu akan menjauhkan kita dari segala macam penyakit.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.