skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
Gejala Penyakit Lupus Dan Pengobatannya

Gejala Penyakit Lupus dan Pengobatannya

Lupus Eritematosus Sistemik (SLE) merupakan penyakit autoimun yang bisa mengenai banyak organ tubuh. Penyakit ini ditandai adanya produksi antibodi terhadap tubuh sendiri secara berlebih, sehingga menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan tubuh.

Pada kondisi normal, seseorang akan membentuk zat penangkal yang disebut antibodi terhadap segala benda asing yang masuk, misalnya kuman. Nah, pada orang dengan lupus (odapus) terbentuk kelebihan antibodi yang menyerang tubuh.

Banyak dokter yang mengatakan bahwa penyakit ini tidak menular. Hal ini dikarenakan penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang abnormal dan bukan disebabkan oleh virus bakteri melainkan oleh hormon didalam tubuh.

Walaupun belum ada yang mengetahui hormon mana yang bisa menjadi penyebab. Lupus juga sebenarnya tidak diturunkan buktinya banyak ibu penderita yang melahirkan bayi yang sehat. Hanya saja mungkin kerentanan terhadap penyakit tersebut diturunkan namun tidak berpotensi mengidap penyakit ini kecuali ada faktor pendukung lainnya.

Karena penyakit ini tidak menular maka sorang suami atau seorang istri yang mempunyai penyakit ini tidak akan menularkan penyakitnya melalui hubungan intim. Namun hal yang sangat penting sekali apabila anda ingin mempunyai anak. anda harus sering berkonsultasi dengan dokter. Bahkan konsultasi dilakukan harus pada saat berencana mempunyai anak sampai lahir.

Untuk mencegah berbagai kekeliruan ataupun mencegah mengetahui penyakit ini saat parah, alangkah baiknya kita mengetahui berbagai gejala penyakit lupus.

Gejala-gejala Penyakit Lupus

  • Fatigue, Gejala satu ini merupakan gejala yang paling dasar dan paling umum yang diidap oleh seorang pasien penderita lupus.
    fatigue atau kelelahan ini akan terasa sangat parah sekali bahkan untuk berjalan saja sudah tidak mampu.
    Bahkan sebanyak apapun orang tersebut beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah tak akan bisa mengurangi kelelahan tersebut.
  • Rasa Nyeri, Penderita akan merasa seperti terkena sakit flu dan merasakan sakit radang sendi. Bahkan terkadang gejala ini akan terasa sangat sakit pada bagian bagian tertentu.
  • Ruam Ruam, Ruam ruam ini biasanya akan terasa sangat gatal, dan panas. Bahkan kalau kita terus biarkan ruam – ruam ini akan berdarah.
    Ruam yang timbul pada pasien penyakit lupus bisa dimana saja dan bermacam – macam jenisnya.
    Tetapi kebanyakan ruamnya akan mirip seperti kupu – kupu pada daerah pipi dan hidung. Ruam ini biasa disebut juga dengan “Butterfly Rush”
  • Rambut Rontok, Semakin lama rambut sipenderita akan semakin menipis karena rontok. Rambut akan sangat rentan sekali dan anda bisa melihat rambut rontok disekitar bantal atau dikamar mandi.
  • Tidak bisa terkena Sinar Matahari Langsung, orang yang menderita penyakit lupus akan mengalami bahaya apabila terlalu lama terkena sinar matahari karena ia peka terhadap cahaya matahari.
    Apabila terkena sinar matahari akan mengakibatkan rasa sakit, munculnya ruam – ruam, bahkan akan mengalami demam.
  • Demam, Pasien penderita penyakit ini biasanya mengalami demam jangka panjang dengan tingkat rendah. tetapi ada juga yang mengalami demam tinggi kadang muncul kadang tidak.
  • Dada terasa Nyeri, Ketika terjadi peradangan pada paru – paru dan jantung pasien akan merasakan nyeri yang lluar bisa pada daerah dada. Gejala inilah yang merupakan gejala tipikal lupus.
  • Sindrom Raynaud, kurang lebih 20 persen penderita penyakit lupus mengalami perubahan warna menjadi biru pada ujung – ujung jari tangan dan kaki saat kedinginan . Bahkan sebagian merasa kaki dan tangannya tidak pernah terasa hangat.
  • Sindrom Sjogren, sindrom ini terjadi pada saat auto antibody menyerang daera yang menghasilkan air liur dan cairan pada mata. Hal tersebut membuat mata menjadi kering begitupun dengan mulut.
  • Mudah Terluka, penderita akan sangat mudah sekali luka karena faktor pembeku darah diserang oleh antibodi sendiri.
  • Edema, Terjadinya pembengkakan pada daerah sekitar mata, engkel ataupun kaki. Hal tersebut bisadijadikan suatu ciri terkena penyakit lupus ataupun ataupun penyakit ginjal yang disebabkan oleh lupus.
  • Sariawan, sariawan akan sering dialami bahkan sariawannya akan parah sekali dan menyakitkan.

Pengobatan Penyakit Lupus

  1. Obat anti-inflammatory non steroid (NSAID=non steroid anti-inflammatory drugs)

NSAID Over-the-counter atau yang di jual bebas, seperti naproxen dan ibuprofen, dapat digunakan untuk mengobati nyeri, pembengkakan dan demam yang berhubungan dengan lupus. NSAID yang lebih kuat harus dengan resep dokter. Efek samping dari NSAID antara lain: perdarahan lambung, masalah ginjal dan peningkatan risiko masalah jantung.

  1. Obat antimalaria

Obat yang biasa digunakan untuk mengobati malaria juga digunakan sebagai obat lupus, seperti hydroxychloroquine (Plaquenil), juga dapat membantu mengendalikan lupus. Efek samping bisa termasuk sakit perut dan, sangat jarang, kerusakan pada retina mata.

  1. Obat Kortikosteroid

Prednison dan jenis kortikosteroid lain digunakan sebagai obat lupus karena dapat melawan peradangan, tetapi sering menghasilkan efek samping jangka panjang – diantaranya kelebihan berat badan, mudah memar, pengeroposan tulang (osteoporosis), tekanan darah tinggi, diabetes dan meningkatkan risiko infeksi.

Risiko efek samping meningkat seiring dengan besarnya dosis dan terapi jangka panjang.

  1. Obat Penekan kekebalan tubuh

Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh dapat membantu dalam kasus-kasus lupus yang berat. Contohnya siklofosfamid, azathioprine, mycophenolate, leflunomide dan methotrexate. Potensi efek samping dari obat lupus ini antara lain: peningkatan risiko infeksi, kerusakan hati, penurunan kesuburan dan peningkatan risiko kanker.

Sebuah obat baru, belimumab (Benlysta) juga mengurangi gejala lupus pada beberapa orang. Efek sampingnya berupa mual, diare dan demam.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.