skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
4 Tipe Obat Lupus Yang Paling Banyak Disarankan Dokter

4 Tipe Obat Lupus Yang Paling Banyak Disarankan Dokter

4 Tipe Obat Lupus Yang Paling Banyak Disarankan Dokter – SLE yang dikenal sebagai The Great Imitator kerap menuntun ke diagnosa yang salah di awalnya dan tentunya berakibat pada terapi yang kurang akurat pula. Banyak waktu yang terbuang sebelum akhirnya pasien terdiagnosa penyakit lupus sementara manifestasinya sudah meluas.

Pasien yang awam akan bergantung sepenuhnya kepada dokter yang mengatasinya. Pemilihan jenis obat dan dosis yang akurat bagi setiap pasien merupakan hal penting yang kadang terabaikan. Ketergantungan pada obat dan efek samping yang timbul akibat penggunaan kortikosteroid jangka panjang merupakan masalah tersendiri bagi para penyandang lupus.

Manifestasi lupus yang sudah luas kadang masih ditambah pula dengan komplikasi lain yang timbul karena sistem imunnya ditekan dan timbulnya kelainan fungsi hati dan ginjal akibat pemakaian obat-obatan dalam waktu yang lama.

Beratnya masalah medis yang harus ditangung, otomatis berpengaruh kepada kondisi kejiwaan para penyandang Lupus. Kurangnya ilmu dan pengalaman serta ketidakarifan dalam menyikapi kondisi penyakit yang harus dihadapi sering menjadi faktor utama dalam melemahkan kondisi kejiwaannya yang kemudian menurunkan kualitas hidupnya. Selanjutnya yang terjadi adalah makin memperparah kondisi fisik/medisnya.

Selain masalah medis, yang juga harus dihadapi para penderita lupus adalah masalah sosial dan ekonomi. Di satu sisi ruang gerak dan kesempatan untuk belajar dan bekerja menjadi terbatas, sedangkan di sisi lain aspek finansial menjadi masalah tersendiri karena harus ada anggaran rutin untuk membeli obat, memeriksakan diri ke dokter dan ke laboratorium, serta biaya operasi/perawatan rumah sakit yang kerap harus dijalani.

Belum lagi pengetahuan tentang Lupus yang belum merata, baik di kalangan penyandangya sendiri maupun di masyarakat pada umumnya, dapat menambah komplikasi persoalan sosial yang lebih luas.

Namun, lupus seringkali sulit untuk didiagnosis karena gejala penyakit lupus dan pengobatannya sering sama dengan penyakit lain yang umum. Peningkatan kesadaran akan penyakit lupus akan menyelamatkan jiwa penderita lupus.

Semua orang dapat terkena penyakit lupus. Kurang lebih 5 juta orang di dunia ini menderita lupus. Lima belas persen penyakit ini menyerang anak-anak. Lupus paling banyak menyerang perempuan berusia 15-50 tahun. Namun tidak ada bias gender untuk anak-anak dan usia penderita lebih 45 tahun.

Secara epidemologi, lupus 90% menyerang perempuan berusia antara 15-50 tahun, 10% anak-anak dan laki-laki. Rasio penderita lupus di Barat, keturunan Afro-Karibia 1 : 250-500 orang, Amerika Serikat 1 : 2,00 orang, sedangkan di China 1 : 1,000 orang. Di Indonesia perbandingan perempuan : laki-laki adalah 14 : 1. Angka harapan hidup 5 tahun untuk penderita lupus 75-98%. Angka harapan hidup ini meningkat seiring dengan semakin baiknya terapi pada penderita lupus.

Akibat penyakit lupus tidak hanya diderita oleh orang yang menderita penyakit ini saja, penyakit ini juga akan mempengaruhi keluarga, teman, dan teman sekerjanya.

Meski demikian, penyakit ini sangat kurang diakui sebagai masalah kesehatan global oleh masyarakat, tenaga kesehatan profesional, dan pemerintah, mendorong perlunya kesadaran yang lebih besar tentang lupus. Deteksi dini, diagnoisis dan terapi lupus yang akurat dapat memperlambat efek negatif penyakit ini.

Berikut beberapa jenis obat lupus yang telah menyerang organ tertentu:

A. Obat-obatan yang menghambat radang

Jenis obat-obat anti-radang yang mungkin diresepkan untuk menghalangi peradangan yang dapat disebabkan oleh lupus pada tubuh:

  1. Aspirin. Aspirin meringankan rasa sakit dan juga anti-radang yang merupakan salah satu dari obat-obatan pertama yang terbukti sebagai obat lupus. Karena dosis tinggi aspirin dapat menyebabkan banyak efek samping, aspirin biasanya digunakan dalam lupus hanya dalam dosis rendah untuk mengurangi resiko penggumpalan darah – sebuah komplikasi umum pada lupus.
  2. NSAID. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) seringkali digunakan untuk mengurangi radang, menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit pada tulang dan sendi akibat lupus. Efek-efek sampingnya dapat berupa sakit perut dan penyimpanan cairan. Orang-orang yang menderita lupus memiliki resiko yang lebih tinggi terkena kerusakan hati atau ginjal akibat NSAID. NSAID lebih baru yang diresepkan, yang disebut COX-2 inhibitors, menyebabkan lebih sedikit sakit perut tetapi tetap meningkatkan resiko terkena serangan jantung.

B. Obat-obat yang menekan sistem kekebalan

Obat lupus ini dapat digunakan untuk menghindari atau mengatasi lupus yang semakin intens dan menjaga akfitifas penyakit ini tetap terkendali:

  1. Plaquenil (hydroxychloroquine). Obat ini sebelumnya pernah digunakan terutamanya, untuk mengatasi malaria. Untuk alasan-alasan yang belum sepenuhnya dimengerti, obat lupus ini juga bisa menekan sistem kekebalan pada lupus. Plaquenil digunakan untuk mengatasi kelelahan, sakit, ruam-ruam pada kulit, dan radang, terutama di sekitar paru-paru. Plaquenil merupakan salah satu dari obat-obatan yang paling sering digunakan untuk lupus karena penelitian-penelitian menunjukkan bahwa obat lupus ini dapat menghindari lupus semakin intens dan dari kerusakan ginjal. Untuk alasan ini, banyak penderita lupus terus melanjutkan mengkonsumsi Plaquenil. Efek-efek sampingnya berupa gangguan perut dan yang sangat jarang, kerusakan pada retina mata. Jika kamu sedang mengkonsumsi Plaquenil, pastikan mata kamu diperiksa setahun sekali.
  2. Steroid. Steroid merupakan obat-obatan yang berhubungan dengan cortisol, hormon-hormon alami anti-radang pada tubuh. Steroid adalah obat-obatan yang paling sering digunakan untuk mengatasi lupus yang semakin intens. Tanpa obat-obatan steroid, dipercaya setengah dari seluruh penderita lupus akan meninggal dalam waktu 4 tahun. Steroid memiliki banyak efek samping dan seharusnya hanya digunakan selama diperlukan, dan dalam dosis yang paling rendah. Berhenti mengkonsumsi steroid dengan tiba-tiba bisa berbahaya, sehingga selalu ikuti aturan dari dokter dengan hati-hati jika ingin berhenti dari steroid. Efek samping yang serius dari steroid meliputi infeksi, diabetes, tekanan darah tinggi dan kerusakan tulang.

C. Cytotoxic yang digunakan untuk lupus yang lebih serius

Obat-obat lupus berikut ini bisa dipertimbangkan jika lupus sangat aktif:

  1. Cytoxan (cyclophosphamide). Ini merupakan obat untuk pengobatan kanker yang juga dapat diberikan untuk menekan sistem kekebalan. Digunakan untuk lupus yang berat yang sudah melibatkan ginjal. Efek samping yang serius meliputi peningkatan resiko terkena beberapa kanker, kerusakan kantung kemih, kerontokan rambut dan ketidaksuburan.
  2. Imuran (azathioprine). Obat ini biasanya digunakan untuk menekan sistem kekebalan tubuh selama operasi transplantasi dan untuk penyakit ginjal pada lupus. Imuran dapat menghasilkan efek samping-efek samping yang serius seperti infeksi, anemia dan meningkatnya resiko terkena kanker.
  3. CellCept (mycophenolate mofetil). CellCept, penekan kekebalan yang lain yang digunakan untuk lupus yang sudah melibatkan ginjal, sekarang ini telah digunakan sebagai pengganti Cytoxan. Penelitian-penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa CellCept bekerja sebaik Cytoxan tetapi memiliki efek samping yang kurang berat; tidak seperti Cytoxan, CellCept tidak menyebabkan ketidaksuburan.
  4. Methotrexate. Obat ini juga menekan sistem kekebalan. Efek sampingnya berupa penurunan jumlah darah, luka pada mulut, kerusakan organ dan mual.
  5. Cyclosporine. Ini adalah obat yang digunakan setelah operasi transplantasi, yang juga berkhasiat dalam mengatasi lupus yang berat. Efek sampingnya berupa tekanan darah tinggi dan gusi lembek.

D. Obat-obatan untuk masalah kulit

Saat terpapar sinar matahari, penderita lupus dapat mengembangkan ruam-ruam pada kulit, yang dapat diobati dengan krim-krim steroid di sekitar ruam-ruam. Sunscreen juga merupakan bagian yang penting dalam pengobatan lupus. Jika kamu menderita lupus, gunakan sunblock yang berkhasiat dengan SPF (sun protection factor)-nya antara 15 dan 30 kapanpun kamu hendak keluar rumah.

Yang terpenting tetap janganlah stress dan tetap berikhtiar agar segala cobaan bisa dilalui. You have to move on!

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah obat lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.