skip to Main Content
+62 822-1122-6676 customercare@autoimuncare.com
10 Ciri Penyakit Lupus Dan Pengobatannya!

10 Ciri Penyakit Lupus Dan Pengobatannya!

Lupus merupakan penyakit inflamasi kronis akibat sistem kekebalan tubuh keliru sehingga justru menyerang jaringan serta organ tubuh sendiri. Adapun inflamasi yang diakibatkan oleh lupus bisa menyerang pada bagian tubuh, diantaranya yaitu bagian sendi, kulit, paru-paru, sel darah, dan jantung. Penyakit ini termasuk penyakit autoimun.

Penyakit autoimun merupakan istilah yang digunakan ketika sistem imunitas ataupun kekebalan tubuh seseorang mulai menyerang tubuhnya sendiri. Adapun penyebab autoimun pada penyakit lupus masih belum diketahui. Sistem imun atau kekebalan tubuh penderita penyakit lupus akan menyerang sel-sel, jaringan, serta organ yang sehat.

Ciri Penyakit Lupus

Adapun ciri penyakit lupus sebagai berikut:

– Pembekuan darah

– Keguguran

– Arthritis berlangsung selama beberapa minggu di beberapa sendi

– Ruam berbentuk kupu-kupu atas pipi atau ruam lainnya

– Ruam kulit muncul di daerah yang terkena sinar matahari

– Luka di mulut atau hidung yang berlangsung selama lebih dari sebulan

– Kehilangan rambut, kadang-kadang di tempat atau di sekitar garis rambut

– Kejang, stroke, dan gangguan mental (depresi)

– Darah atau protein dalam urin atau tes yang menunjukkan fungsi ginjal yang buruk

– Jumlah darah rendah (anemia, sel darah putih yang rendah, atau trombosit rendah).

Cara Mengobati Lupus

SLE tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada penderita SLE.

Beberapa puluh tahun yang lalu, SLE dipandang sebagai penyakit terminal yang berujung kepada kematian. Ketakutan ini disebabkan oleh banyaknya penderita pada saat itu yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun setelah didiagnosis mengidap SLE.

Tetapi kondisi pada zaman sekarang sudah jauh lebih baik. Berkat pengobatan SLE yang terus berkembang, hampir semua penderita SLE saat ini dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu para penderita SLE dalam menghadapi penyakit mereka.

Obat yang biasa diberikan:

Kortikosteroid

Kortikosteroid dapat mengurangi inflamasi dengan cepat dan efektif. Obat ini biasanya diberikan oleh dokter jika penderita SLE mengalami gejala atau serangan yang parah.

Untuk mengendalikan gejala serta serangan, tahap awal pemberian obat ini mungkin akan berdosis tinggi. Lalu dosisnya diturunkan secara bertahap seiring kondisi penderita yang membaik.

Kortikosteroid selalu diberikan dengan dosis terendah yang efektif. Dosis tinggi serta konsumsi jangka panjang obat ini dapat menyebabkan efek samping yang meliputi penipisan tulang, penipisan kulit, bertambahnya berat badan, dan peningkatan tekanan darah tinggi.

Cara meminimalisasi efek samping steroid adalah dengan menyesuaikan dosis steroid dengan aktivitas penyakit sambil mengendalikannya secara efektif. Selama Anda mengikuti resep dan diawasi oleh dokter, kortikosteroid termasuk obat yang aman untuk digunakan

Hydroxychloroquine

Selain pernah digunakan untuk menangani malaria, obat ini juga efektif untuk mengobati beberapa gejala utama SLE. Di antaranya:

– Nyeri sendi dan otot

– Kelelahan

– Ruam pada kulit

Dokter spesialis umumnya menganjurkan konsumsi obat ini untuk jangka panjang bagi penderita SLE. Tujuannya adalah untuk:

– Mencegah serangan yang parah.

– Mengendalikan gejala.

– Mencegah perkembangan komplikasi yang lebih serius.

Keefektifan hydroxychloroquine biasa akan dirasakan penderita SLE setelah mengonsumsinya selama 1,5-3 bulan.

Tetapi semua obat tetap memiliki efek samping, termasuk hydroxychloroquine. Di antaranya adalah gangguan pencernaan, diare, sakit kepala, dan ruam pada kulit.

Komplikasi Serius pada Penderita Penyakit Lupus

Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat.

Sekitar sepertiga penderita SLE memiliki kondisi autoimun lain, misalnya penyakit tiroid dan sindrom Sjogren. Kondisi ini dapat berujung pada munculnya komplikasi, termasuk gangguan pada masa kehamilan.

Jika tidak segera ditangani, SLE juga dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius termasuk pada penderitanya yang sedang hamil. Selain itu proses pengobatan yang dijalani juga dapat menyebabkan penderita rentan terhadap infeksi serius.

Apa Itu LupusCare?

LupusCare adalah Obat Lupus formula herbal dengan harga ekonomis yang dapat mengatasi penyakit lupus. Dengan penelitian formula herbal nanotechnology selama puluhan tahun membuat LupusCare banyak dicari di dalam maupun luar negeri.

LupusCare berperan dalam regenerasi sel karena memiliki kandungan Flavonoid dan Alkaloid yang merupakan rangkaian biopolimer yang berfungsi membersihkan racun dalam darah serta memperbaiki sel-sel tubuh yang telah usang.

Poliaktide bersifat menyerap dan mengikat sisa residu obat-obatan dan dibuang keluar melalui jaringan metabilisme. Kandungan protein tinggi berfungsi sebagai suplemen energi yang dapat meningkatkan vitalitas tubuh.